Sabtu, 23 Juni 2012

TEKNIK PENULISAN BERITA (Delky Nofrizal)





 Apakah "berita" (news) itu? Dari segi pendekatan jurnalistik, yang dimaksud dengan berita adalah peristiwa yang telah dimuat dalam suatu media cetak, atau disiarkan lewat radio atau televisi.
Dalam pembahasan kita lebih lanjut di sini akan kita fokuskan pada penerbitan cetak, seperti suratkabar atau majalah.
Kriteria Kelayakan Berita
Apakah semua peristiwa pantas atau layak dijadikan berita? Untuk menjadi berita, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Antara lain :
1.    Penting. Likuidasi 16 bank swasta oleh Pemerintah baru-baru ini adalah penting, karena menyangkut kepentingan rakyat banyak, yang menjadi pembaca media bersangkutan. Maka layak jadi berita. Ini juga relatif tergantung dari khalayak pembaca yang dituju. Isu Amien Rais menjadi calon presiden RI tentu penting untuk dimuat di Harian Republika, tetapi kurang penting dimuat di Majalah Gadis, karena khalayak pembacanya berbeda.
  1. Baru terjadi, bukan peristiwa lama. Peristiwa yang terjadi 10 tahun yang lalu jelas tidak bisa jadi berita. Sekarang malah ada berita berbentuk siaran langsung di televisi, seperti pertandingan sepakbola Piala Dunia.
  2. Unik, bukan sesuatu yang biasa. Seorang mahasiswa yang kuliah tiap hari adalah peristiwa biasa. Tetapi jika si mahasiswa menikam dosennya di dalam ruang kuliah, itu luar biasa.
  3. Asas keterkenalan. Kalau mobil Anda ditabrak mobil lain, tidak pantas jadi berita. Tetapi jika mobil yang ditumpangi Putri Diana ditabrak mobil lain, itu jadi berita dunia.
  4. Asas kedekatan. Kebakaran yang menewaskan 50 orang di Nigeria masih kalah nilai beritanya dibandingkan kebakaran yang menewaskan 50 orang di Pasar Senen, Jakarta Pusat, karena lebih dekat dengan kita. Itu dari pendekatan geografis. Tetapi bisa juga dari kedekatan emosional. Peristiwa yang terjadi di Palestina relatif jauh secara geografis, tetapi dekat secara emosional bagi khalayak pembaca di Indonesia.
  5. Magnitude. Kita melihat dampak dari suatu peristiwa. Demonstrasi yang dilakukan 10.000 mahasiswa tentu lebih besar magnitudenya dibandingkan demonstrasi oleh 100 mahasiswa. Kecelakaan kereta api yang menewaskan 200 penumpang tentu lebih besar magnitudenya ketimbang kecelakaan yang hanya menewaskan dua orang.
  6. Trend. Sesuatu hal yang biasa menjadi berita ketika menjadi kecenderungan yang meluas di masyarakat. Misalnya, sekarang orang mudah marah dan mudah membunuh pelaku kejahatan kecil (pencopet) dengan cara dibakar hidup-hidup. Atau sekarang ada kecenderungan orang pergi ke mal untuk mencari hiburan, bukan untuk belanja.
Kriteria Khusus :
1.    Kebijaksanaan redaksional / misi media bersangkutan. Apa yang menjadi berita di Harian Republika mungkin tidak menjadi berita di Harian Kompas, karena perbedaan dalam kebijaksanaan redaksional dan misi media bersangkutan.
  1. Pendekatan keamanan (ancaman pembredelan, dan sebagainya). Berita yang mengritik keras korupsi dan kolusi antara penguasa dan pengusaha bisa berujung pada pembreidelan atau teguran terhadap media bersangkutan. Atau memakan korban wartawan media itu sendiri, seperti kasus yang menyebabkan terbunuhnya wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin.
  2. Kepekaan masyarakat pembaca dan kemungkinan dampak negatif berita terhadap pembaca. Misalnya, untuk isu-isu yang menyangkut SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan). Atau bisa menyinggung perasaan atau martabat pembaca. Seperti: pemuatan foto korban perkosaan, atau penjelasan yang terlalu rinci tentang peristiwa perkosaan yang bisa mempermalukan keluarga korban dan merusak masa depan korban.
Unsur-unsur Suatu Berita
Berita yang baik, umumnya harus memenuhi unsur : 5 W + 1 H
Yakni : (Who, What, Where, When, Why) + How
atau : (Siapa, Apa, Di mana, Kapan, Mengapa) + Bagaimana
Contoh:
Lembaga Eksekutif Mahasiswa Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) akan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Acara itu akan berlangsung pada 19 hingga 22 November 1997 di kampus APP, Jl. Timbul No. 34, Cipedak, Jakarta Selatan.
Menurut panitia pelaksana, pelatihan jurnalistik ini bertujuan menghasilkan aktivis-aktivis pers kampus yang tangguh dan kritis, dan menggiatkan kembali tumbuhnya penerbitan-penerbitan yang dikelola mahasiswa. Pelatihan ini akan diikuti 60 peserta, dengan menghadirkan jurnalis-jurnalis profesional dari sejumlah media nasional sebagai pemberi materi, termasuk pembicara dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Beberapa Macam Berita :
Dari segi sifatnya, kita kenal dua macam: Hard News dan Soft News.
Hard News / Straight News : Berita yang lugas, singkat, langsung ke pokok persoalan dan fakta-faktanya. Biasanya harus memenuhi unsur 5 W + 1 H secara ketat dan harus cepat-cepat dimuat, karena terlambat sedikit bisa basi. Istilah Hard News lebih mengacu ke isi beritanya, sedangkan istilah Straight News lebih mengacu ke cara penulisannya (struktur penulisan).
Soft News : Berita yang dari segi struktur penulisan relatif lebih luwes, dan dari segi isi tidak terlalu berat. Soft News umumnya tidak terlalu lugas, tidak kaku, atau ketat, khususnya dalam soal waktunya. Misalnya: tulisan untuk menggambarkan kesulitan yang dihadapi rakyat kecil akibat krisis ekonomi akhir-akhir ini. Selama krisis ekonomi ini masih berlanjut, berita itu bisa diturunkan kapan saja. Atau tulisan tentang artis Meriam Bellina, yang punya hobi baru mengkoleksi pot bunga antik. Biasanya lebih banyak mengangkat aspek kemanusiaan (human interest).
Dari segi bentuknya, Soft News masih bisa kita perinci lagi menjadi dua: News Features dan Features. Features adalah sejenis tulisan khas yang berbentuk luwes, tahan waktu, menarik, strukturnya tidak kaku, dan biasanya mengangkat aspek kemanusiaan. Panjang tulisan Features bervariasi dan boleh ditulis seberapa panjang pun, sejauh masih menarik. Misalnya, Features tentang kehidupan sehari-hari nelayan di Marunda.
Sedangkan News Features adalah Features yang mengandung unsur berita. Misalnya, tulisan yang menggambarkan peristiwa penangkapan seorang pencuri oleh polisi, yang diawali dengan kejar-kejaran, tertangkap, lepas lagi, dan semua liku-liku proses penangkapan itu disajikan secara seru, menarik, dan dramatis, seperti kita menonton film saja.
Struktur Penulisan Berita :
Hard News / Straight News biasanya ditulis dalam bentuk struktur "piramida terbalik." Yakni, hal-hal yang terpenting ditulis paling awal, dan hal-hal yang paling tidak penting ditulis belakangan.
Soft News, News Features dan Features ditulis dengan gaya yang tidak kaku. Hal-hal yang penting bisa saja ditulis di bagian awal, namun juga tidak mutlak. Yang penting, harus tetap menarik untuk dibaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar