Apakah
"berita" (news) itu? Dari segi pendekatan jurnalistik,
yang dimaksud dengan berita adalah peristiwa yang telah dimuat dalam suatu
media cetak, atau disiarkan lewat radio atau televisi.
Dalam
pembahasan kita lebih lanjut di sini akan kita fokuskan pada penerbitan cetak,
seperti suratkabar atau majalah.
Kriteria Kelayakan Berita
Apakah
semua peristiwa pantas atau layak dijadikan berita? Untuk menjadi berita, ada
sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Antara lain :
1.
Penting. Likuidasi 16 bank swasta oleh
Pemerintah baru-baru ini adalah penting, karena menyangkut kepentingan rakyat
banyak, yang menjadi pembaca media bersangkutan. Maka layak jadi berita. Ini
juga relatif tergantung dari khalayak pembaca yang dituju. Isu Amien Rais
menjadi calon presiden RI tentu penting untuk dimuat di Harian Republika,
tetapi kurang penting dimuat di Majalah Gadis, karena khalayak
pembacanya berbeda.
- Baru terjadi, bukan peristiwa lama. Peristiwa yang terjadi 10 tahun
yang lalu jelas tidak bisa jadi berita. Sekarang malah ada berita
berbentuk siaran langsung di televisi, seperti pertandingan sepakbola
Piala Dunia.
- Unik, bukan sesuatu yang biasa. Seorang mahasiswa yang kuliah
tiap hari adalah peristiwa biasa. Tetapi jika si mahasiswa menikam
dosennya di dalam ruang kuliah, itu luar biasa.
- Asas keterkenalan. Kalau mobil Anda ditabrak mobil
lain, tidak pantas jadi berita. Tetapi jika mobil yang ditumpangi Putri
Diana ditabrak mobil lain, itu jadi berita dunia.
- Asas kedekatan. Kebakaran yang menewaskan 50
orang di Nigeria masih kalah nilai beritanya dibandingkan kebakaran yang
menewaskan 50 orang di Pasar Senen, Jakarta Pusat, karena lebih dekat
dengan kita. Itu dari pendekatan geografis. Tetapi bisa juga dari
kedekatan emosional. Peristiwa yang terjadi di Palestina relatif jauh
secara geografis, tetapi dekat secara emosional bagi khalayak pembaca di
Indonesia.
- Magnitude. Kita melihat dampak dari suatu
peristiwa. Demonstrasi yang dilakukan 10.000 mahasiswa tentu lebih besar
magnitudenya dibandingkan demonstrasi oleh 100 mahasiswa. Kecelakaan
kereta api yang menewaskan 200 penumpang tentu lebih besar magnitudenya
ketimbang kecelakaan yang hanya menewaskan dua orang.
- Trend. Sesuatu hal yang biasa menjadi berita ketika menjadi kecenderungan yang meluas di masyarakat. Misalnya, sekarang orang mudah marah dan mudah membunuh pelaku kejahatan kecil (pencopet) dengan cara dibakar hidup-hidup. Atau sekarang ada kecenderungan orang pergi ke mal untuk mencari hiburan, bukan untuk belanja.
Kriteria Khusus :
1.
Kebijaksanaan
redaksional / misi media bersangkutan.
Apa yang menjadi berita di Harian Republika mungkin tidak menjadi berita
di Harian Kompas, karena perbedaan dalam kebijaksanaan redaksional dan
misi media bersangkutan.
- Pendekatan keamanan (ancaman
pembredelan, dan sebagainya).
Berita yang mengritik keras korupsi dan kolusi antara penguasa dan
pengusaha bisa berujung pada pembreidelan atau teguran terhadap media
bersangkutan. Atau memakan korban wartawan media itu sendiri, seperti
kasus yang menyebabkan terbunuhnya wartawan Bernas, Fuad Muhammad
Syafruddin.
- Kepekaan masyarakat pembaca dan
kemungkinan dampak negatif berita terhadap pembaca. Misalnya, untuk isu-isu yang
menyangkut SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan). Atau bisa menyinggung
perasaan atau martabat pembaca. Seperti: pemuatan foto korban perkosaan,
atau penjelasan yang terlalu rinci tentang peristiwa perkosaan yang bisa
mempermalukan keluarga korban dan merusak masa depan korban.
Unsur-unsur Suatu Berita
Berita
yang baik, umumnya harus memenuhi unsur : 5 W + 1 H
Yakni
: (Who, What, Where, When, Why) + How
atau
: (Siapa, Apa, Di mana, Kapan, Mengapa) + Bagaimana
Contoh:
Lembaga
Eksekutif Mahasiswa Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) akan menyelenggarakan
pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta.
Acara itu akan berlangsung pada 19 hingga 22 November 1997 di kampus APP, Jl.
Timbul No. 34, Cipedak, Jakarta Selatan.
Menurut
panitia pelaksana, pelatihan jurnalistik ini bertujuan menghasilkan aktivis-aktivis
pers kampus yang tangguh dan kritis, dan menggiatkan kembali tumbuhnya
penerbitan-penerbitan yang dikelola mahasiswa. Pelatihan ini akan diikuti 60
peserta, dengan menghadirkan jurnalis-jurnalis profesional dari sejumlah media
nasional sebagai pemberi materi, termasuk pembicara dari Aliansi Jurnalis
Independen (AJI).
Beberapa Macam Berita :
Dari
segi sifatnya, kita kenal dua macam: Hard News dan Soft News.
Hard
News / Straight News :
Berita yang lugas, singkat, langsung ke pokok persoalan dan fakta-faktanya.
Biasanya harus memenuhi unsur 5 W + 1 H secara ketat dan harus cepat-cepat
dimuat, karena terlambat sedikit bisa basi. Istilah Hard News lebih mengacu ke
isi beritanya, sedangkan istilah Straight News lebih mengacu ke cara
penulisannya (struktur penulisan).
Soft
News : Berita yang dari segi struktur
penulisan relatif lebih luwes, dan dari segi isi tidak terlalu berat. Soft News
umumnya tidak terlalu lugas, tidak kaku, atau ketat, khususnya dalam soal
waktunya. Misalnya: tulisan untuk menggambarkan kesulitan yang dihadapi rakyat
kecil akibat krisis ekonomi akhir-akhir ini. Selama krisis ekonomi ini masih
berlanjut, berita itu bisa diturunkan kapan saja. Atau tulisan tentang artis
Meriam Bellina, yang punya hobi baru mengkoleksi pot bunga antik. Biasanya
lebih banyak mengangkat aspek kemanusiaan (human interest).
Dari
segi bentuknya, Soft News masih bisa kita perinci lagi menjadi dua: News
Features dan Features. Features adalah sejenis tulisan khas yang
berbentuk luwes, tahan waktu, menarik, strukturnya tidak kaku, dan biasanya
mengangkat aspek kemanusiaan. Panjang tulisan Features bervariasi dan boleh
ditulis seberapa panjang pun, sejauh masih menarik. Misalnya, Features tentang
kehidupan sehari-hari nelayan di Marunda.
Sedangkan
News Features adalah Features yang mengandung unsur berita. Misalnya, tulisan
yang menggambarkan peristiwa penangkapan seorang pencuri oleh polisi, yang
diawali dengan kejar-kejaran, tertangkap, lepas lagi, dan semua liku-liku
proses penangkapan itu disajikan secara seru, menarik, dan dramatis, seperti
kita menonton film saja.
Struktur
Penulisan Berita :
Hard
News / Straight News
biasanya ditulis dalam bentuk struktur "piramida terbalik."
Yakni, hal-hal yang terpenting ditulis paling awal, dan hal-hal yang paling
tidak penting ditulis belakangan.
Soft
News, News Features dan Features
ditulis dengan gaya yang tidak kaku. Hal-hal yang penting bisa saja ditulis di
bagian awal, namun juga tidak mutlak. Yang penting, harus tetap menarik untuk
dibaca.